Aku menemukan diriku sendirian
terhasut akan slogan - slogan
sepi menjaid kawan
terjebak dalam jalan tak bertuan
aku mencoba berlari keselatan
yang kutemmukan hanya sang vesusius dalam penantian
kucoba mendaki utara
hanya kebekuan yang kudapat
lalu barat
cicero menanti sambil berteriak
" urbem..urbem mi rufe.."
tidak!!!
aku tak boleh disana
terlalu banyak paradigma yang harus kutelan
aku lebih suka caraku
keempat penjuru mata angin hanya menyisakan satu
untukku mencari
timur....
kucoba selangkah..
tak pasti,,
ah matahari terlalu menyengat
aku berlari kebelakang
sambil membunyikan semua lonceng
yang tiba - tiba bertebaran disekelilingku
mereka memantulkan sinar bayi matahari
apa pula ini??
tiba - tiba semua ikut menusuk mataku dengan cahayanya yang tajam
seketika aku buta..
semua menjadi putih
akupun berontak
hai....
lihatlah dari arahku melihat
cahaya yang kau beri justru membuatku gelap!
lalu kutemukan diriku melolong
menyedihkan...
apa yang salah?
aku hanya perlu lilin
kenapa yang ada matahari?
aku perlu hati
kenapa yang ada justru belati??
Jumat, 30 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar