Minggu, 14 Desember 2008

Pohon Dalam Gelap


Pohon dalam gelap
Mari kubimbing kau
Ini mata untuk melihat
Ini telinga untuk mendengar
Ini mulut untuk mengatakan tidak

Duniamu, duniaku juga Akarmu, akarku juga
Benihmu, benihku juga
Harum bungaku menggoda angan
Bersemi dalam kerinduan

Ketika Adam diusir dari taman Firdaus
Karena memakan buah terlarang
Kuyakin bukan buahmu
Pohon dalam gelap
Tegarlah, jangan menangis

Peristiwa terus mengalir
Antara kau dan aku
Antara hidup dan mati
Antara tunas yang meranggas
Pohon dalam gelap
Baringkan aku dalam pangkuanmu
Kuingin kubelai oleh rimbun daunmu
RAKYAT
(Hartoyo Andangjaya)

Rakyat ialah kita
Jutaan tangan yang mengayun dalam kerja
Di bumi / ditanah tercinta
Jutaan tangan mengayun bersama
Membuka hutan lalang jadi ladang – ladang berbunga
Mengepulkan asap dari cerobong pabrik – pabrik di kota
Menaikkan layar menebar jala
Meraba kelam di tambang logam dan batu bara
Rakyat ialah tangan yang bekerja

Rakyat ialah kita
Otak yang menapak sepanjang jemaring angka angka
Yang selalu berkata / dua adalah dua
Yang bergerak di simpang siur garis niaga
Rakyat ialah otak yang menulis angka – angka

Rakyat ialah kita
Beragam suara di langit tanah tercinta
Suara bangsi di rumah berjenjang bertangga
Suara kecapi di pegunungan jelita
Suara bonang mengambang di pendapa
Suara kEcak di muka pura
Suara tifa di hutan kebun pala
Rakyat ialah suara beraneka

Rakyat ialah kita
Puisi kayamakna di wajah semesta
Di darat
Hari yang berkeringat
Gunung batu berwarna coklat
Di laut
Angin yang menyapu kabut
Awan menyimpan topan
Rakyat ialah puisi di wajah semesta

Rakyat ialah kita
Darah di tubuh bangsa
Debar sepanjang masa

Dandelion Honda

Beberapa waktu yang lalu saya terhenyak oleh sebuah film dokumenter yang ditayangkan oleh TVRI. Film itu membuat saya sadar, apa penyebab perbedaan kesuksesan antara Indonesia dan Jepang. Pada film tersebut juga membuka mata saya bahwa tak ada istilah bagai punuk merindukan bulan bagi orang – orang yang mau berusaha keras.
Film dokumenter tersebut dikisahkan tentang perjuangan perusahaan Soichiro Honda mencapai puncak. Perusahaan Soichiro Honda adalah perusahaan mobil dan motor yang sudah sangat kita kenal, diceritakan bahwa pada tahun 1970an di Jepang telah terjadi persaingan sengit antara dua perusahaan mobil terkemuka Nissan dan Toyota, saat itu Honda adalah sebuah perusahaan motor. Melihat pasaran mobil yang gemilang, Soichiro Honda dan 400 insinyur muda perusahaan Honda mencoba membuka usaha di bidang mobil. Soichiro adalah seorang pemimpin yang lebih suka bekerja di lapangan bersama para insinyur muda berbakat mencoba mencari terobosan baru, urusan bisnis ia serahkan pada bidang management, Soichiro Honda adalah sosok pemimpin yang sangat tegas dan disiplin, dan sifat itulah yang melekat erat pada setiap orang Jepang, yang terbukti dengan memiliki sikap tersebut mereka mampu meraih kesuksesan.
Pada waktu itu para insinyur dari Honda telah membuat mobil dengan harga terjangkau dan mengandalkan kecepatan, mereka mengeluarkan mobil N360 yang sudah bisa didapatkan hanya dengan 432.000 yen. masyarakat jepang menyambut dengan antusias peluncuran mobil tersebut hingga penjualan mobil di jepang naik sangat drastic. Namun ditengah kemenangan Honda meraih laba besar, para insinyur salah satu bagian di pabrik Honda menemukan fakta bahwa emisi yang dihasilkan oleh mobil mereka yang mengandalkan kecepatan, tersimpan gas buang yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan lingkungan. Mengetahui kenyataan tersebut mereka tak tinggal diam, mencoba mencari cara agar gas buang tidak terlalu membahayakan bagi kesehatan mereka beranggapan bahwa mereka akan merasa berharga jika bisa menyelamatkan lingkungan dan birunya langit dari kehancuran. Setelah melakukan riset ternyata hal tersebut dapat ditanggulangi dengan pengurangan jumlah bahan bakar yang digunakan, tetapi dengan menerapkan hal tersebut maka kecepatan kendaraan akan berkurang. Tak tahu harus bagaimana, ditengah kebingungan yang melanda, terjadi bencana yang hampir saja menenggelamkan nama Honda, beberapa siswa-siswi sekolah menengah atas dijepang, yang sedang berjalan di trotoar, pingsan karena terlalu lama menghirup gas buang mobil. Dan sejak kejadian itu, sontak penjualan mobil N360 milik Honda merosot tajam, amerika juga mengeluarkan uu yang disebut uu muskie yang berisi tentang perizinan mobil yang boleh beredar di amerika, harus lulus standar emisi yang begitu berat. Para ilmuan merasa tertantang dan berusaha untuk menembus uu muskie walau itu sangat berat mereka harus lulus standar emisi yang saat itu masih dalam kisaran 1/10 saja begitu beratnya. Para ilmuan tadi menerapkan teknologi hasil ciptaan mereka dengan cara mencoba memisahkan bagian bahan bakar menurut kegunaannya, namun, ternyata mesin tersebut tidak layak karena modelnya jadi sangat besar dan juga buruk. Hal tersebut membuat soichiro geram dan tetap keras kepala dengan pikirannya yang selalu menomor satukan kecepatan. Hal itu membuat para insinyur muda memutar otak dan melakukan perundingan disebuah villa empat hari empat malam tanpa tidur, mencoba membahas bagaimana caranya agar Honda dapat bangkit dan lulus standar emisi uu muskie,dan mereka hanya mempunyai waktu enam bulan untuk menyelesaikan 800 masalah. Saat para ilmuan sedang kebingungan bagaimana caranya, mereka mendengar bahwa Rusia yang saat itu sedang kekurangan SDA membuat mobil dengan penggunaan bahan bakar yang sedikit, mereka mencoba menerapkan hal tersebut pada mobil mereka, dan lahirlah mobil Honda CCVC, mobil tersebut kemudian mereka bawa ke amerika untuk melakukan test, ternyata tidak semudah itu untuk meluluskan mobil mereka, tiga kali percobaan ternyata hasilnya sangat mengecewakan, kandungan emisinya begitu tinggi bahkan melampaui kandungan emisi mobil mereka yang terdahulu, dan menjelang kesempatan test yang terakhir, malam harinya mereka mencoba memikirkan sesuatu tentang apa sebenarnya yang salah dan mereka menemukan sesuatu, diatas tempat bahan bakar mereka beri sebuah mesin kecil yang kira – kira hanya sebesar tutup botol air mineral dan ternyata mesin tersebut membawa dampak yang amat luar biasa, mereka lulus!
Tahun 1972 mereka dinyatkan lulus, nama Honda melambung kembali, soichiro yang ditanyai komentarnya tentang hal itu hanya menggambarkan dua bunga dendelion berwarna merah muda, bunga yang hanya bisa tumbuh ketika musim dingin diantara salju yang dinginnya begitu menusuk tulang. Bunga tersebut melambangkan kerja keras bawahanya yang tumbuh dan berbunga meski dalam kecaman yang amat dahsyat baik dari orang lain dan juga dari atasannya sendiri. Dan tahun itu juga Soichiro memutuskan untuk mengundurkan diri.
Mungkin hal itu bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kesuksesan yang dimiliki jepang sekarang, bukan hanya sebuah hoki semata, dibalik kejayaannya tersimpan kerja keras, keuletan dan sikap pantang mundur yang mereka tanam sebagai modal dasar, perjuangan mewujudkan mimpi, menjaga birunya langit untuk anak cucu. Mungkin jika kita bisa meniru sikap mereka, negara berikutnya yang akan menyusul kesuksesan jepang adalah Indonesia.

Made In Banyumas

Di Indonesia begitu banyak penulis yang patut diacungi jempol, karena karya – karyanya yang orisinil dan bermutu. Dan kita patut bangga karena salah satu putra Banyumaspun ada yang termasuk dalam penulis yang diperhitungkan. Novelnya sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Diantaranya Bahasa Cina, Inggris, Belanda Indonesia dan juga dalam bahasa Banyumas. Tentunya semuanya sudah tahu siapa beliau ini, Ya! Beliau adalah bapak H. Ahmad Tohari putra Banyumas yang namanya sudah dikenal dunia internasiaonal karena karya- karyanya yang bermutu. salah satu karyanya yang paling mutakhir adalah Ronggeng Dukuh Paruk. Sebuah trilogy yang mengisahkan tentang beratnya perjuangan untuk menjadi orang baik.
Bapak Ahmad Tohari adalah sosok yang begitu kharismatik dan juga bersahaja. Kesuksesannya dibidang tulis menulis ia mulai sejak duduk di bangku SMA, waktu itu hasratnya untuk menulis tumbuh saat ia melihat dan merasakan sendiri begitu banyak kejadian besar yang begitu mengena dibatinnya mulai dari PKI hingga kejadian – kejadian lain yang terjadi di daerahnya, tetapi tak ada seorangpun yang mencoba mengabadikan kejadian itu, karena hal itu, timbul niatnya untuk mencoba mengabadikan hal tersebut, merasa sadar bahwa siapa yang akan memulai kalau bukan dirinya sendiri. Oleh karena hal itu beliau mulai menulis segala sesuatu yang menurut beliau begitu berharga.
Ronggeng dukuh paruk adalah salah satu novelnya yang hingga kini masih terpajang di toko buku, entah cetakan yang ke berapa puluh kalinya, semua dapat beliau raih karena kejujurannya menuangkan ide dari setiap detail yang ia lihat, mulai dari kehidupan sehari – harinya sebagai anak desa,
sebagai orang yang dilahirkan di zaman
pergerakan dan juga sebagai seorang manusia biasa yang juga merasakan cinta. Kesemuanya itu beliau kombinasikan sebagai sebuah trilogy yang tidak muluk – muluk tapi mengena dihati setiap pembacanya.
Pada tahun 1962 setelah lulus SMA di Purwokerto beliau kuliah difakultas Kedokteran dan fakultas social politik tapi tidak sampai lulus. Kemudian beliau bekerja di BNI,redaktur harian merdeka, redaktur majalah Amanah di Jakarta. Namun saat kesuksesan di depan mata, beliau memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di desa tinggar jaya, Wangon. Karena beliau menganggap disitulah tempat terbaik baginya, dan terus melanjutkan kesenangannya, menulis, hingga kini.
Telah banyak penghargaan yang sudah beliau dapatkan diantaranya cerpen beliau yang berjudul Jasa – jasa buat sanwirya, mendapat hadiah hiburan sayembara kincir emas radio Nederland wereldomroep dan pada tahun 1976 diterbitkan dalam antalogi Dari jodoh sampai supiyah. Tahun 1980 novelnya yang berjudul kubah memenangkan hadiah yayasan buku utama, tahun 1982 ronggeng dukuh paruk dan tahun 1986 terbit dalam bahasa jepang, 1985 lintang kemukus dinihari dan tahun 1986 jentera bianglala meraih hadiah yayasan buku utama, di kaki bukit cibalak merupakan pemenang salah satu hadiah sayembara mengarang roman DKJ 1979,Senyum karyamin, Bekisar merah, Kiai sudrun gugat, Nyanyian malam, dan orang – orang proyek adalah novel dan kumpulan cerpen yang sudah beredar. Pada tahun 1990 beliau sempat mengikuti international writing program di lowa city A.S dan tahun 1995 menerima SEA write Award (hadiah sastra ASEAN) dari kerajaan Thailand.
Kesemua penghargaan itu beliau dapatkan sebagai hasil dari jerih payahnya yang tidak kenal putus asa untuk terus berkarya, dan menurut Bapak kelahiran 13 Juni 1948 ini, menulis erat hubungannya dengan membaca, jadi barang siapa ingin menjadi penulis yang baik, perbanyaklah membaca , terus mencoba untuk menulis, biasakan diri untuk menulis buku harian, karena dengan kita menulis buku harian, kita sedang belajar untuk menggambarkan perasaan dalam bentuk kata – kata, berani untuk menuliskan setiap gagasan atau ide yang setiap saat melintas di benak kita serta jangan pernah berhenti di tengah jalan jika kita sedang menulis sebuah karya. Itu adalah saran – saran dari beliau jika kita ingin menjadi penulis seperti beliau, yang namanya telah mengharumkan nama bangsa dikancah internasional. Beliau juga berkata bahwa, setiap ide, tidak datang dengan sendirinya tapi ide datang jika kita menggunakan otak kita setiap kali kita menemukan atau melihat sesuatu karena ide tidak akan datang sendiri jika kita tidak mencarinya. Beliau juga menambahkan bahwa menulis bukanlah sebuah pekerjaan yang hanya mengandalkan otak dan berpusat pada uang tapi menulis lebih cenderung ke hati dan juga jauh dari kata materi. Jadi, siapa yang ingin menyusul?

Sabtu, 06 Desember 2008

Buat yang pertama

Semua yang pertama pastinya beda,
seperti saat pertama kita bisa naik sepeda,
pertama kali kita masuk sekolah dan pertama kali kita mengenal cinta.
Setiap hal yang saat ini kita rasa membosankan,
juga diawali dengan pengalaman pertama..
Kembali pada saat pertama kita melakukan sesuatu membuat kita lebih menghargai apa yang telah kita dapat saat ini..
Jadi, ketika semua terasa berat ayo kita putar kembali film awal kita...